Kulacino



Mencipta layak Kulacino dua lingkaran yang saling melingkar.
Apa yang kita ceritakan masih perihal sama. waktu dan perjalanan.

Seperti saat ini, waktu tak pernah mundur. Maju meski kau yang berhenti.
Seperti saat perjalanan ini kita bersama.

Apakah kita sudah sampai ataupun sejenak beristirahat, mengambil nafas lalu berjalan lagi. seperti halnya mendaki. jika kau lelah menanjak tebing menuruni juram jangan takut, Aku masih bersamai.

Dersik Angin Sore itu semakin sesak dengan perbincangan orang-orang di stasiun. Kau memutuskan pulang terlebih dulu. Aku melambai seiring hilangnya dirimu ditengah kota tua.

Kita hanya duduk dan menceritakan hal-hal yang terjadi beberapa hari ini. Namun, tanpa berbicara. Diam adalah terbaikmu.

temu. semoga tuntas.
siapa tahu kau akan bercerita lagi.
Aku Menunggu.


0 Comments:

Posting Komentar

My Instagram