Jejak Juang


( photo by, Hastuty Rengur)

Orang-orang pergi dengan mimpinya satu persatu
memahat jejak pada tiap detak waktu bernama kenangan.

Mereka tau tiap kenangan akan menjamur disepersekian jarak.
Doa adalah cara mereka berbicara agar jarak tak sepenuhnya mengambil kendali.

Tiap saat kepala mereka sibuk jadi sempurna, hal sederhana menjadi pecakapan paling langka "apa kabar" ?
Kita lupa cara menitipkan seseorang kepada Tuhan.

 "baik-baik disana".

Ibu pernah berpesan "jika dunia membuat mu lelah jangan pernah lupa perasaan bukan punya kamu saja. Jika terlalu besar perkecil, jika sudah ikhlaskan".

Disela sore bapak pernah bercerita " nak, sang pencipta baik sekali memberi bahagia disaat kita sadar atau lupa berterima kasih. Kalau sudah melangit sering-sering lihat ke bumi kita kecil hinggah mampu Tuhan tepis".

Kau boleh bertemu semua orang yang kau percayai dapat bercerita dan sejiwa bersama petualangan mu. Tapi nanti kau akan mengetahui ada yang benar-benar menanti mu pulang di sudut-sudut rumah, di tempat-tempat yang membuat hangat pertemuan.

Pagi dini,
Seseorang memutuskan pergi berjuang dari tidurnya sejak ini.
Ada mimpi yang dia kemudi berjanji pulang dengan sepotong senja dan senyum paling manis.

Wakal, 4 Juli 2019

0 Comments:

Posting Komentar

My Instagram