Kau butuh pergi agar bisa pulang
Kau butuh sepi agar dirindukan
Kau butuh rantau agar banyak belajar
Kau butuh jarak agar tidak sesal jika temu.
Hanya saja sering kali ada keluhan
Untuk apa-apa yang kita cari dimasa depan.
Atau seringkali kita setengah hati untuk menjalaninya.
Barangkali kita yang belum berjabat tangan dengan waktu.
Untuk memulai semua ini.
Mari tersenyum untuk kesabaran.
Esok, ketika sebuah pengorbanan membuat kita lega.
Membuat orang yang kita cinta tersenyum bangga.
Esok, ketika cerita ini diabadikan semesta. Maka yakinlah saat itu kau sudah berusaha.
Ini Hadiah untuk mereka.
Tabah wahai jiwa..
Untuk segala pertanyaan pasti.
Akan menjadi apa nanti.
Akan berakhir seperti apa nanti.
Dan pada siapa kita nanti.
Teruslah berjuang dalam keresahan.
Doa menjadi kekuatan untuk lebih tulus dan berserah.
Apa yang terjadi dalam hidup kita hari ini. Akan kita pahami esok hari. Terus melangkah, meski melelahkan, meski menyita perasaan. Tujuan itu tidak akan kemana-kemana. Jangan berhenti, nanti tidak sampai .
Selamat berjuang Adik...
Semoga tetap istiqomah..
Selalu kuat...
Terbiasalah...
Ini akan menjadi cerita untuk mereka penikmat bisingnya kehidupan.
Bukankah begitu katamu ?
Kau yang pandai berpuitis.
Anggaplah ini adalah keberuntungan yang tertunda.
Menunggumu dimasa depan.
Dengan mengucapkan 'Selamat pulang kembali dalam kenyamanan '
Rindunya Perantau
Januari 22, 2016
Reading
Add Comment
0 Comments:
Posting Komentar