malam ini aku ingin mengajakmu duduk di pelataran
menyaksikan bintang kebiruan yang gemetar
juga daun-daun gugur yang diterbangkan angin
ah, betapa bening mata kita
seperti sekumtum bunga
saat berusaha memekarkan kelopaknya
duduklah di sampingku, seperti dulu, saat pertama kali
kau tawan cahaya bulan lalu kau kekalkan di mataku
akan kukenali kembali bau tubuhmu
akan kulengkapi kembali irama degub jantungmu
dari sini kita bisa melihat anak-anak
yang terus menari
hingga kakinya terluka
dan darah di kaki mereka
adalah coklat yang meleleh di musim panas
seperti lelehan waktu di kaki kita
yang tak henti melangkah, meski perlahan
ketika musim berjatuhan
bagaikan helai-helai rambut di bantal tidur
tunaikanlah ceritamu malam ini
kisahkan tentang anak lelaki yang mencari ibu
semoga saja
tubuhku lesap ke dalam dirimu
sehingga di dalam dirimu
aku bisa bermimpi
tentang hujan
di kebun-kebun
kebahagiaan.
>> Kak Fitri Yani (Thank's)
Suatu Malam di Musim panas
Mei 14, 2014
Reading
Add Comment
0 Comments:
Posting Komentar